Berbagai Istilah dalam Tes Psikologi

Kumpulan istilah-istilah keterangan pada tes psikologi , untuk mengetahuinya baca dibawah ini ...




Salam untuk sahabat ELMU ELMU …

Pada saat saya masih duduk di bangku sekolah SMA sekitar kelas 2 , disekolah saya SMA NEGERI 3 Sumedang diadakan tes psikologi. Salahsatunya untuk mengetahui seberapa cerdas dan juga sekaligus untuk peminatan pada jurusan yang akan diambil. Tes ini diambil bagi para siswa untuk mengetahui tingkat kecerdasannya dengan tes IQ berdasarkan pada beberapa keterangan ini, nantinya setelah tes diolah dilaboraturium akan muncul beberapa keterangan  : 

       1.    APM , Pengertian APM

APM ( Advance Progressive Matrices ) merupakan alat ukur untuk mengungkap kapasitas total individu untuk memahami lingkungan dan kejernihan berpikir. APM terutama dipergunakan untuk individu yang memiliki intelegensi rata-rata ke atas. Tes ini juga relatif  bebas dari pengaruh hasil belajar dan sangat baik bagi individu yang mengalami hambatan dalam berbahasa. Tetapi tes ini tidak/belum dapat digunakan untuk orang/testi yang mengalami gangguan mata.


        2.    IST , Pengertian IST
IST adalah alat ukur kemampuan khusus (bakat) yang mengungkap 9 aspek bakat, yaitu :
2.1         SE ( Satzerganzung ), terutama mengukur masalah pembentukan keputusan, commonsense, suatu penilaian yang mendekati realitas atau kemampuan realitas. Melalui sub tes ini diharapkan dapat terungkap kemampuan berpikir secara mandiri.
2.2         WA ( Wortauswahl ), terutama mengukur daya berpikir verbal yang integrative, memahami isi dari suatu pengertian melalui kemampuan menghayati masalah bahasa.
2.3         AN ( Analogien ), mengukur kemampuan fleksibilitas berpikir, kemampuan mengkombinasikan, pemahaman dan kedalaman dalam berpikir.
2.4         GE ( Gemeinsamkeiten ), mengukur kemampuan abstraksi, yaitu kemampuan dalam membuat/membentuk pengertian dan menyatakan pengertian itu di dalam bahasa verbal.
2.5         ME ( Merk Aufgaben ), mengukur kemampuan daya ingat, yakni kemampuan menyimpan dan mengingat kata-kata yang telah dipelajari atau dihapalkan.
2.6         RA ( Rachen Aufgaben ), mengukur kemampuan berpikir induktif praktis atau daya berpikir praktis dalam hitungan.
2.7         ZR ( Zahlen Reihan ), mengukur kemampuan atau daya berpikir induktif teoritis dalam menggunakan bilangan-bilangan atau hitungan, serta komponen-komponen ritmis.
2.8         FA ( Form Auswahl ), mengukur kemampuan analisis dan sintesis.
2.9         WU ( Wurfel Aufgaben ), mengukur kemampuan tilikan ruang atau tiga dimensi, komponen konstruktif –teknis, termasuk di dalamnya terdapat momen-momen analitis.


       3.    EPPS , Pengertian
EPPS adalah inventori untuk mengungkap kepribadian siswa yang terdiri atas lima belas jenis kebutuhan, dorongan atau kecenderungan yang dimiliki seseorang (siswa) sebagai berikut :
3.1         Archievement (Ach) atau berprestasi yaitu kebutuhan atau dorongan untuk mencapai hasil sebaik mungkin, melaksanakan tugas yang menuntut keterampilan dan usaha, dikenal otoritasnya, mengerjakan tugas yang sangat berarti, mengerjakan pekerjaan yang sulit sebaik mungkin, menyelesaikan masalah yang rumit-rumit, dan ingin mengerjakan sesuatu lebih baik dari yang lain dsb.
3.2         Deference (Def) atau hormat yaitu kebutuhan atau dorongan untuk mendapat pengaruh dari orang lain, menemukan apa yang diharapkan orang lain, mengikuti perintah dan apa yang diharapkan orang lain, memberikan hadiah kepada orang lain, membaca tentang tokoh-tokoh besar, menyesuaikan diri pada kebiasaan dan menghindar dari yang tidak biasa, menyerahkan kepada orang lain untuk mengambil keputusan dsb.
3.3         Order (Ord) atau teratur yaitu kebutuhan untuk memiliki pekerjaan tertulis tetap rapih dan teratur, membuat rencana sebelum memulai tugas yang sulit, menunjukan keteraturan dalam berbagai hal, memelihara segala sesuatu tetap rapih dan teratur, memperinci pekerjaan secara teratur, menyimpan surat dan arsip berdasarkan system tertentu, makan dan minum secara teratur dsb.
3.4         Exhibition (Exh) atau eksibisi yaitu memperlihatkan diri agar menjadi pusat perhatian orang, menceriterakan keberhasilan diri, menggunakan kata-kata yang tidak difahami orang lain, bertanya yang tidak akan terjawab orang lain, membicarakan pengalaman diri yang membahayakan, menceriterakan hal-hal yang menggelikan dsb.
3.5         Autonomy (Aut) atau otonomi yaitu menyatakan kebebasan diri untuk berbuat apapun atau mengatakan apapun, bebas mengambil keputusan, melakukan sesuatu yang tidak biasa dilakukan orang lain, menghindari pendapat orang lain, dan menghindari tanggung jawab dsb.
3.6         Affiliation (Aff) atau afiliasi yaitu setia kawan, berpartisipasi dalam kelompok kawan, mengerjakan sesuatu untuk kawan, membentuk persahabatan baru, membuat kawan sebanyak mungkin, mengerjakan pekerjaan bersama-sama, akrab dengan kawan, menulis surat persahabatan dsb.
3.7         Intraception (Int) atau intrasepsi yaitu menganalisis motif dan perasaan sendiri, mengamati orang lain untuk memahami bagaimana perasaan orang lain, menempatkan diri ditempat orang lain, menilai orang lain dengan mencoba memahami latar belakang tingkah lakunya dan bukan apa yang dilakukannya, menganalisis perilaku orang lain, menganalisis motif-motif perilaku orang lain, dan meramalkan apa yang akan dilakukan orang lain dsb.
3.8         Succorance (Suc) atau berlindung yaitu mengarapkan bantuan orang lain apabila mendapat kesulitan, mencari dukungan dari orang lain, mengharapkan orang lain berbaik hati kepadanya, mengharapkan simpati dari orang lain, dan memahami masalah pribadinya, menerima belai kasih sayang orang lain, mengharapkan bantuan orang lain disaat dirinya tertekan, mengharapkan maaf dari orang lain apa dirinya sakit dsb.
3.9         Dominance (Dom) atau dominan yaitu membantah pendapat orang lain, ingin menjadi pemimpin kelompoknya, ingin dipandang sebagai pemimpin orang lain, ingin selalu terpilih sebagai pemimpin, mengambil keputusan denagan mengatasnamakan kelompok, menetapkan persetujuan secara sepihak, membujuk dan mempengaruhi orang lain agar maau mengerjakan apa yang ia inginkan, mengawasi dan mengarahakan kegiatan yang lain, mendiktekan apa yang harus dikerjakan orang lain dsb.
3.10      Abasement (Aba) atau merendah yaitu merasa berdosa apabila berbuat keliru, menerima cercaan atau celaan orang lain, merasa perlu mendapat hukuman apabila berbuat keliru, merasa lebih baik menghindar dari perkelahian, merasa lebih baik menyatakan pengakuan kekeliruannya, merasa rendah diri dalam berhadapan dengan orang lain dsb.
3.11      Nurturance (Nur) atau member bantuan yaitu senang menolong kawan yang kesulitan, membantu yang kurang beruntung, memperlakukan orang lain, berbaik hati kepada orang lain, memberikan simpatik kepada yang terluka atau sakit, memperlihatkan kasih sayang kepada orang lain dsb.
3.12      Change (Chg) atau perubahan yaitu menggarap hal-hal baru, berkelana, menemui kawan baru, mengalami peristiwa baru dan berubah dari pekerjaan yang rutin, makan ditempat yang berbeda-beda, mencoba berbagai jenis pekerjaan, senang berpindah-pindah tempat, berpartisipasi dalam kebiasaan baru dsb.
3.13      Endurance (End) atau ketekunan yaitu bertahan pada suatu pekerjaan hingga selesai, merampungkan pekerjaan yang telah dipegangnya, bekerja keras pada suatu tugas tertentu, bertahan pada penyelesaian masalah atau teka-teki, bertahan pada suatu pekerjaan dan tidak akan ganti sebelum selesai, tidur larut malam untuk menyelesaikan pekerjaan yang dihadapinya, tekun menghadapi pekerjaan tanpa menyimpang, menghindari segala yang dapat menyimpangkannya dari tugas dsb.
3.14      Heterosexuality (Het) atau heteroseksualitas yaitu bepergian dengan kelompok yang berlawanan jenis kelamin, melibatkan diri dalam kegiatan social yang berlawanan jenis kelamin, jatuh cinta ada jenis kelamin lain, mengagumi bentuk tubuh jenis kelamin lain, berpartisipasi dalam diskusi tentang seks, membaca buku dan bermain yang melibatkan masalah seks, mendengarkan atau menyampaikan cerita lucu tentang seks dsb.
3.15      Aggression (Agg) atau agresi yaitu menyerang pandangan yang berbeda, menyampaikan pandangan tentang jalan pikiran orang lain, mengecam orang lain secara terbuka, mempermainkan orang lain, melukai perasaan orang lain, membaca surat kabar tentang perkosaan dsb.
3.16      Concistency (Con) menunjukkan konsisten-tidaknya siswa dalam memilih pernyataan atau dapat pula diartikan apakah kecenderungan yang dimilikinya itu sudah mantap atau belum.

       4.    Skala Minat Pekerjaan ( SMP )
Untuk mengungkap minat testi terhadap pekerjaan menggunakan skala minat pekerjaan. Instrumen ini mengungkap 10 kelompok pekerjaan, secara singkat disajikan sebagai berikut.
1.    Out door (Out), yaitu bidang pekerjaan yang dilakukan diluar rumah/ruangan atau di alam terbuka, seperti bertani, eksplorasi bahan tambang dan sejenisnya.
2.    Mechanical (Me), yaitu bidang pekerjaan yang berhubungan dengan penggunaan perangkat alat atau mesin, keterampilan praktis atau pertukangan.
3.    Computational (Comp), yaitu bidang pekerjaan yang berhubungan dengan pengoperasian angka-angka atau hitungan, seperti akuntan, kasir dan sejenisnya.
4.    Scientific (Sci), yaitu bidang pekerjaan yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan atau ilmuwan.
5.    Persuasive (Pers), yaitu bidang pekerjaan yang berhubungan dengan interaksi dan komunikasi dengan orang lain, seperti diplomat, guru, juru penerang, dan sejenisnya.
6.     Artistic (An), yaitu bidang pekeraan yang berhubungan dengan keindahan atau estetika, seperti dekorasi, seni rupa, dan sejenisnya
7.     Literary (Lit, yaitu bidang pekerjaan yang berhubungan dengan tulis-menulis atau kepustakaan, seperti pengarang, pegawai perpustakaan dan sejenisnya
8.    Musical (Mus), yaitu bidang pekerjaan yang berhubungan dengan musik, seperti musikus, penjual peralatan musik, produsen karya seni musik.
9.    Social Service (SS), yaitu bidang pekerjaan yang berhubungan dengan pelayanan kepada orang lain pelayanan masyarakat.
10.  Clerical (Cler, yaitu bidang pekerjaan yang berhubungan dengan tatalaksana atau tata usaha perkantoran

Demikian itulah beberapa keterangan istilah dalam tes psikologi yang dapat dijadikan sebagai panduan untuk mengetahui hasil yang diperoleh ketika tes awal selesai. Silahkan bisa di share, apabila ini bermanfaat …


Keywords : tes psikologi , istilah istilah pada hasil tes psikologi , Macam Istilah pada Tes Psikologi , berbagai istilah pada tes psikologi , pengertian hasil tes psikologi



Post Comment

0 Response to "Berbagai Istilah dalam Tes Psikologi"

Posting Komentar